Yuk Icip Mangut Beong, Dijamin Bikin Nagih!

Mangut Beong, satu di antara kuliner khas dari Kabupaten Magelang. Mangut Beong sejatinya adalah masakan mangut seperti pada umumnya, tetapi yang membuatnya beda adalah ikan yang dimasak adalah ikan Beong. Ikan yang bernama latin Mystus Nemurus ini konon hanya dapat ditemukan di Kabupaten Magelang. Ikan Beong, orang-orang lokal menyebutnya, memiliki patil dan kumis seperti ikan Lele, warnanya hitam, sementara ekornya mirip dengan ikan bandeng. Tak banyak warung makan yang menjual masakan Mangut Beong ini.

Hal ini dikarenakan populasi ikan Beong sebagai bahan utama masakan semakin menurun beberapa tahun belakangan. Sementara harga ikan ini juga cukup mahal di pasaran. Tetapi jangan khawatir, ada salah satu warung makan yang cukup dikenal yang masih menyajikan masakan ini, yakni di Warung Omah Kayoman, di Dusun Dusun Paren, Desa Progowati, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang.

Nama Kayoman ini dari istilah Jawa, yang artinya berada di lokasi teduh dan agak tersembunyi. Pemilik Warung Omah Kayoman, Ipuk, menceritakan keistimewaan dari kuliner Mangut Beong ini. Mangut Beong ini menggunakan ikan Beong sebagai bahan dasar masakan. Ikan Beong ini didapat dari para pengepul yang mencarinya di Sungai Progo. Cita rasa yang khas didapatkan dari masakan ini adalah dari bermacam-macam rempah yang digunakan mulai dari kunyit, jahe, lengkuas, ketumbar. Sementara ikan beong digoreng dulu hingga garing. Baru setelahnya, ditambahkan rempah dan bumbu.

“Tak lupa santan membuat kuah Mangut semakin kental dan terasa sangat gurih. Irisan cabai ditambah untuk menambah cita rasa pedas,” ujar Ipuk. Cara memasak Mangut ini juga masih tradisional. Bahan bakar yang digunakan masih menggunakan kayu bakar.

Kayu yang dipilih pun tak sembarangan, seperti kayu Melinjo, Mahono, bahkan kayu dari Pohon Jati. Konon kayu tersebut menambah rasa nikmat dari Mangut.

“Ikan Beong yang didapat adalah ikan yang masih liar yang tinggal di sungai-sungai. Dagingnya pun jika dimasak terasa sangat gurih, dan durinya cuma ada di tengah,” kata Ipuk.

Untuk satu porsi Mangut Beong, dipatok harga Rp 15 ribu per porsi untuk daging. Sementara untuk bagian kepala, harganya mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 40 ribu per porsi tergantung dari besar kepala ikan. Sehari hampir 50 kilogram Ikan Beong habis untuk dimasak. Jumlahnya setara dengan 150 porsi Mangut Beong dimasak per harinya. Namun kini jumlah ikan Beong yang ada semakin berkurang.

Warung Kayoman ini memang cukup dikenal. Banyak masyarakat tak hanya dari Magelang, tetapi juga dari berbagai daerah. Wisatawan mancanegara pun banyak yang sudah datang mengicipi kuliner Mangut Beong ini. Tak ketinggalan artis, hingga pejabat datang ke warung ini.

Selain Mangut Beong, menu lain juga tak kalah lezat. Ada masakan ikan Nila, Patin, Wader, sampai opor ayam, gudeg, dan rica-rica. Minuman dari mulai Teh, hingga Jeruk. Resep yang digunakan pun turun temurun dari generasi terdahulu. Warung Kayoman sendiri buka dari pukul 09.00 WIB hingga 17.00 WIB. Untuk menuju warung ini dapat ditempuh dari arah Candi Mendut, ambil jalan kecil ke kiri sebelum jembatan, menuju Jalan Kleben. Kemudian masuk ke Dusun Paren kurang lebih 300 meter sampai tiba di lokasi warung.

Source: tribuntravel.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *