Selama Pandemi, Pemandian Candi Umbul Ditutup

Obyek wisata pemandian air hangat Candi Umbul di Desa Kertoharjo Kecamatan Grabag Kabupaten masih tutup untuk semua aktivitas wisatawan. Kondisi ini dimanfaatkan pihak pengelola untuk menguras pentirtaan yang merupakan peninggalan kerajaan Mataram kuno tersebut.

Proses menguras itu adalah kegiatan rutin perawatan yang dilakukan dalam waktu tertentu.

“Setiap satu bulan dikuras. Sekarang tiga minggu sekali agar tidak terlalu kotor,” kata Juru Rawat Candi Umbul, Iswanto, Rabu (21/10/2020).

Sumber air peninggalan abad VIII Masehi itu tak pernah kering, bahkan di musim kemarau. Air hangat tetap mengalir ke pemandian kuno yang tersembunyi di antara perbukitan dan persawahan itu. Sumber air hangat Candi Umbul dipercaya berasal dari Gunung Merapi.

Menurut Iswanto, pihaknya memang sengaja menguras pemandian ini, agar tidak terjadi permasalahan bagi wisatawan setelah pandemi Covid-19. Pada Desember 2019 sekitar pemandian dilakukan penataan. Kemudian pada Maret 2020 kunjungan untuk wisatawan di Candi Umbul ditutup akibat Covid-19 hingga sekarang.

Gerbang utama dan loket juga terlihat tertutup. Hanya petugas jaga dan juru rawat yang terlihat melakukan aktivitas di dalam area tersebut.

“Tutup sejak 16 Maret hingga sekarang atau delapan bulan lebih,” jelas Rohyanto.

Pengunjung Candi Umbul berasal dari berbagai daerah yang datang secara rombongan maupun sendiri. Iswanto mengakui akibat penutupan itu banyak wisatawan kecewa.

Padahal, lanjut Iswanto, wisatawan berkunjung ke Candi Umbul biasanya untuk terapi pengobatan maupun penelitian volume gas sumber air hangat ini.

“Tidak ada yang ditolerir, pokoknya ditutup. Kita mengacu sesuai aturan,” tegasnya.

Dalam pengelolaanya, masyarakat sekitar Candi Umbul dilibatkan untuk meningkatkan nilai ekonomi.

Sumber: Berita Magelang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *