Sains Unimma FM: Sering Curi Cermin, Benarkah Monyet Suka Becermin?

Semua orang suka becermin dan mengenali diri sendiri. Kemampuan ini sudah sekian lama dianggap hanya dimiliki manusia.

Namun, monyet sepertinya juga punya ketertarikan dengan cermin.
Beberapa orang mengaku kehilangan kaca spion mobil yang ternyata setelah diselidiki pencurinya adalah monyet. Lantas, benarkah monyet suka cermin dan untuk apa mereka melakukannya?

Penelitian beberapa tahun lalu menunjukkan, primata seperti simpanse dan gorila menunjukkan kemampuan kesadaran diri. Hal ini termasuk mengenali dan memeriksa diri mereka sendiri dengan menggunakan cermin.

Kemudian pada 2011, sebuah studi membuktikan bahwa monyet rhesus juga memiliki kemampuan sadar diri.
Luis Populin, ahli saraf di Universitas Wisconsin, memperhatikan monyet-monyet di labnya melakukan sesuatu yang aneh.

Monyet-monyet di tempat Populin bekerja tampak seperti menggunakan cermin untuk melihat alat kelamin mereka. Populin dan rekannya melaporkan hal ini di jurnal PLoS ONE.
Dalam laporan itu, Populin mengatakan, monyet hanya menghabiskan sedikit waktu untuk melihat cermin yang ditutupi kanvas hitam dibanding cermin biasa. Dia juga melaporkan, monyet menggunakan cermin besar untuk melihat area tubuh yang tidak dapat dilihat.

Dari kedua hasil ini, para peneliti menyimpulkan bahwa monyet juga sadar diri. Diberitakan Scientific American, 1 Maret 2011, saat penelitian dilakukan monyet rhesus belum lolos ukuran standar kesadaran diri yang dikenal sebagai tes mirror self-recognition (MSR).

Dalam percobaan ini, peneliti membius hewan dan menempelkan titik merah kecil di tengah dahinya. Hal ini dimaksudkan untuk menilai apakah monyet dapat menyadari hal berbeda pada dirinya saat becermin.

Psikolog Gordon Gallup adalah orang yang mengembangkan tes dengan simpanse. Ketika simpanse bangun tidur kemudian diberi cermin, simpanse itu mengintip cermin sambil menyentuh tanda merah. Ini menandakan simpanse sadar atas perubahan dalam penampilan mereka. Populin mencoba tes itu ke monyet-monyetnya, tetapi primata ini gagal memperhatikan titik itu. Oleh karena itu, Gallup mengatakan bahwa monyet rhesus tidak sadar diri.

Populin, bagaimanapun, percaya bahwa masalahnya terletak pada tes Gallup. “Standar tes mark tidak cukup relevan untuk menilai monyet,” kata Populin.

Gallup tidak setuju. Sebab, ada banyak orang yang sudah menguji kesadaran diri pada monyet rhesus, tetapi tidak ada yang menemukan bukti kuat bahwa mereka bisa mengenali diri. “Ada terlalu banyak penjelasan lain kenapa monyet menyentuh area sensitif mereka,” kata Gallup.
Misalnya, hanya kebetulan monyet-monyet itu suka duduk di depan cermin.

Pembuktian studi lain

Perdebatan itu berlangsung bertahun-tahun. Beberapa peneliti bertanya-tanya, apakah kegagalan hanyalah tanda bahwa ujian itu tidak efektif atau beberapa hewan tidak mengerti bagaimana cara kerja cermin. Beberapa hewan, seperti monyet rhesus, anjing, dan babi, tidak mengenali dirinya sendiri di cermin, tetapi dapat menggunakannya untuk mencari makanan.

Perbedaan itu membingungkan Mu-ming Poo, ahli saraf di Institut Shanghai untuk Ilmu Biologi di China, dan salah satu penulis studi tersebut. “Harus ada transisi antara penggunaan cermin sederhana dan mengenali diri sendiri,” katanya, seperti dilansir Science Magazine, 13 Februari 2017.

Poo dan koleganya menempatkan tiga monyet rhesus jantan muda melalui program pelatihan intensif. Setiap monyet ditempatkan di kursi yang menghadap cermin, dan para peneliti mengarahkan penunjuk laser merah ke posisi acak di dekatnya. Ketika monyet menyentuh titik itu, mereka mendapat makanan. Terkadang, mereka bisa melihat titik hanya dengan menggunakan cermin.

“Monyet harus belajar bahwa tangan di cermin adalah tangannya sendiri, dan dia harus belajar bagaimana mengontrolnya secara tepat dengan melihatnya di cermin,” kata Poo.

Itu kuncinya. Tiga monyet lainnya, yang berperan sebagai kontrol, tidak dilatih untuk merespons. Setelah beberapa minggu pelatihan, para ahli memberikan tes MSR klasik, menerapkan bercak merah, hitam, atau hijau yang tidak berbau ke pipi atau alis hewan tersebut dan memasukkannya ke dalam kandang dengan cermin berukuran besar.

Monyet-monyet terlatih tidak ragu-ragu. Mereka melihat ke cermin, menyentuh tanda, dan mencium jari mereka. Hal ini dilaporkan para ilmuwan di Prosiding National Academy of Sciences.

Saat dibiarkan sendiri dan tidak diberi tanda atau bercak apa pun, mereka membungkuk dan memeriksa alat kelamin, membuka mulut untuk memeriksa gigi, dan dengan hati-hati menyisir rambut.

“Itu menunjukkan bahwa mereka mengenali diri mereka sendiri dan tahu bahwa mereka melihat tubuh mereka sendiri,” kata Poo. Sementara pada monyet kontrol yang tidak dilatih, mereka tidak melakukan semua ini.

Sumber: Kompas .com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *