Putus Cinta Berakibat Kurang Baik Bagi Kesehatan

Kerabat muda, patah hati lebih dari melibatkan emosi. Efek samping dari drama patah hati juga bisa terlihat pada tubuh. Menurut parah ahli, putus cinta yang membuat patah hati bisa menyebabkan beberapa hal pada tubuh.Berikut beberapa hal yang bisa terjadi pada tubuh saat putus cinta:

1. Sakit Jantung
Menurut Dr. Edison de Mello, MD, PhD, jantung bisa membesar dalam masa sindrom patah hati. “Kondisi ini bisa terjadi ketika berhadapan dengan patah hati yang terkadang membesar sementara dan tidak memompa dengan baik,” ungkap Dr. Edison.

2. Merasakan Seperti Gejala Putus Obat
Psikolog Dr. Wyatt Fisher menjelaskan bahwa otak akan mengeluarkan hormon dopamin dan oksitosin saat jatuh cinta. Efeknya sama seperti menggunakan kokain. Efek menyenangkan dan bahagia akan terasa saat jatuh cinta. Tapi apa yang terjadi saat putus cinta?

Dr. Fisher menjelaskan bahwa gejala tersebut biasanya akan sembuh setelah enam bulan. Dalam rangka penyembuhan tersebut, seseorang yang patah hati tidak boleh selalu mengurung diri dan mengasihani diri. Bersosialisasi dan menyibukkan diri menjadi penyembuhnya. Mendapat dukungan dari orang terdekat dan bantuan psikolog akan mempercepat proses penyembuhan patah hati tersebut.

3. Depresi
“Saat putus cinta kita merasakan banyak hal, kita merasa sedih, menangis, sulit tidur, nafsu makan berkurang atau justru tidak terkontrol, lemah dan kurangnya motivasi. Hal itu karena menurunnya hormon serotonin,” kata psikolog Dr. Danielle Forshee. Serotonin diketahui untuk menjaga mood dengan baik. Jika tidak cukup memiliki serotonin seperti yang dirasakan saat putus cinta, maka akan menyebabkan depresi.

4. Darah Tinggi
Ditambahkan Dr. Edison de Mello, MD, PhD, ketika memiliki banyak hormon stres dampak buruk lainnya adalah meningkatnya tekanan darah. Kortisol menyebabkan darah tinggi terlebih jika seseorang tekanan darahnya tidak seimbang.

 

Sumber : Wolipop detik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *