Pilwalkot Magelang Saat Pandemi Tuntut Sinergitas Semua Elemen

(@876Unimmafm) Magelang – Mewujudkan pemilihan wali kota dan wakil walikota atau pilwalkot yang resik dan mumpuni adalah tagline yang diusung KPU kota Magelang 2020.

Diharapakan semua tahapan pemilihan tersebut benar-benar sesuai dengan ruh dari tagline tersebut dan bermanfaat untuk masyarakat kota Magelang.

Sehingga diperlukan kerjasama dan sinergi  dari penyelenggara pemilu yaitu KPU , pemerintah , semua elemen masyarakat  dan berbagai media agar tujuan tersebut sesuai dengan yang telah diprogramkan dimasa pandemi ini.

Menurut ketua KPU kota Magelang Bapak Basmar Perianto Amron,  Karena situasi yang sangat menarik karen pandemi, maka kegiatan-kegiatan itu  menjadi tidak mungkin kita dilakukan dalam kondisi tidak normal tentunya tentangan tersendiri, bagaiamana kita  menyampaikan secara utuh  kepada masyarakat, selain itu bagaimana ketika pemilihan dilaksanakan pada masa pandemi  dengan adanya batasan agar tidak menjadi sarana penyebaran Covid 19.

Masyarakat bisa diyakinkan bahwa pemilihan itu bisa dilaksanakan dengan baik dengan partisipasi yang tinggi. Nah ini diperlukan koordinasi yang baik antara kita penyelenggaraan pemilu dengan masyarakat. Bantuan Media untuk menyampaikan ke masyarakat.

” Andalah penyampai informasi perubahan peraturan pemilihan umum dimasa ini,  peran media menjadi sangat diharapkan demi suksesnya pelaksanaan pemilihan wali kota dan wakil wali kota Magelang 2020 ini ” tambahnya
.
Disampaikan saat media gathering merajut informasi membangun demokrasi  yang resik lan mumpuni  dalam pemilihan wali kota dan wakil wali kota Mgl 2020 di hotel Safira Senin (19/9).

Masih menurut Ketua KPU Kota Magelang , harapan kami semua yang kita lakukan dari berbagai tahapan pemilihan ini bisa tersampaikan dengan baik kepada Masyarakat.

Apresiasi yang luar biasa kepada para media yang cepat sekali didalam penyesuaian di masa pandemi, Alhamdulillah tidak ada koreksi dari tahapan pencalonan kemarin” disampaikan oleh  Devisi teknis KPU Kota Magelang.

Dengan regulasi yang baru karena pandemi, devisi teknis dan hukum , ada beberapa perubahan termasuk pada tahapan pelaporan kampanye semula diserahkan ke KPU pada saat penetapan Paslon, di ubah dibuka mulai saat penetapan calon yang hanya 2 hari.

Sebagaimana yang diketahui para konstentan pilwalkot dalam rangkaian pemenuhan administrasi salah satunya adalah pelaporan alokasi dana  kampanye sebelum memasuki tahap kampanye dan pelaporan alokasi dana tersebut digunakan untuk apa saja,  dan wajib pula  melaporkan penggunaan dana kampanye yang harus dilaporkan kembali untuk dilakukan pencocokan.

Tahapan yang saat ini berlangsung adalah pembukaan Kpps disetiap kelurahan. disamping juga masih berlangsung kampanye  terbuka, kemudian menyusul debat publik dan penghitungan suara serta penetapan pemenang pasangan calon nantinya.

Metode perhitungan suara di pemilihan wali kota dan wakil wali kota ini, bukan menggunakan quick count namun menggunakan aplikasi ” si rekap”,  jika dahulu petugas TPS menulis C1 berlembar-lembar , nah dari simulasi pencoblosan beberapa waktu lalu di lapangan Nambangan kota Magelang, menggunakan aplikasi , tidak ada lagi hardcopy apapaun.

Data langsung diinput masuk aplikasi si rekap sehingga data TPS langsung kirim ke KPU, bahkan ada wacana tidak ada rekap lagi di TPS sehingga lebih cepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *