Perubahan Robot Manusia dari Masa ke Masa

Kerabat Muda kemunculan Sophia pada rapat PBB Kamis (12/10/17) lalu membawa angin segar di jagat robotik. Sophia bisa disebut sebagai robot manusia ( humanoid) yang mendekati sempurna karena bisa menunjukkan ekspresi layaknya manusia. Banyak yang berpikir bahwa konsep mengenai robot manusia muncul setelah “meledaknya” film karya James Cameroon, Terminator, pada tahun 1984. Namun kenyataannya, ide menciptakan humanoid sudah ada jauh sebelum Masehi. Pada saat itu, tentu saja manusia masih belum membayangkan bagaimana caranya membuat robot yang bisa bergerak seperti halnya manusia. Untuk menjawab hal tersebut, KompasTekno mengumpulkan data dari berbagai sumber, mengenai perkembangan humanoid dari masa ke masa.

Automata, humanoid pertama sebelum Masehi China disebut sebagai tempat pertama yang mencetuskan ide mengenai humanoid. Hal ini diperkuat dengan temuan naskah kuno Taoisme China, Liezi, yang diperkirakan sudah ada sejak tahun 250 SM. Dalam naskah tersebut, Lie Yukou, filsuf China yang diduga sebagai penulisnya, mendeskripsikan tentang automata. Automata sendiri merupakan sebuah mesin yang dapat bergerak atas kehendak sendiri sesuai dengan gerakan manusia. Dalam Liezi, diceritakan automata adalah sebuah manusia mekanis yang dibuat oleh Yan Shi, seorang insinyur mekanik yang hidup di dinasti Zhou untuk ditunjukkan kepada rajanya.

Hal ini diperkuat dengan temuan naskah kuno Taoisme China, Liezi, yang diperkirakan sudah ada sejak tahun 250 SM. Dalam naskah tersebut, Lie Yukou, filsuf China yang diduga sebagai penulisnya, mendeskripsikan tentang automata. Automata sendiri merupakan sebuah mesin yang dapat bergerak atas kehendak sendiri sesuai dengan gerakan manusia. Dalam Liezi, diceritakan automata adalah sebuah manusia mekanis yang dibuat oleh Yan Shi, seorang insinyur mekanik yang hidup di dinasti Zhou untuk ditunjukkan kepada rajanya. Lihat Foto Ilustrasi Humanoid Pemusik Karya Al-Jazari(Realm Of History) Robot Pemain Musik di Mesopotamia Al Jazari adalah ahli mekanik istana yang hidup di Mesopotamia pada tahun 1206. Ia merupakan ahli mekanik jenius di masanya yang mampu merancang dan menciptakan bebagai macam bentuk robot. Pemikiranya tersebut tertuang dalam kitab fi ma’rifat alhiyal al-handayasiyya (buku pengetahuan ilmu mekanik) pada 1206.
Dalam karyanya tersebut dia menjelaskan lima puluh peralatan mekanik berikut instruksi tentang bagaimana merakitnya. Atas dasar hal tersebut , dia dijuluki “Bapak Robot” oleh masyrakarat sains modern. Al-Jazari tercatat sebagai pencipta mesin robot sekaligus humanoid pertama yang bisa diprogram. Awalnya, ia membuat mesin robot yang berupa perahu terapung di sebuah danau. Perahu ini kemudian ditumpangi oleh 4 robot pemain musik yang terdiri dari dua penabuh drum, pemain harpa, dan peniup seruling. Robot yang diciptakan untuk menghibur para tamu kerajaan dalam acara jamuan minum ini mampu memainkan nada berbeda. Untuk menggerakkan mesin robot ini, Al-Jazari mengembangkan prinsip hidrolik Selain robot musisk, Al-Jazari juga menciptakan sebuah robot pramusaji berbentuk manusia. Robot ini bisa digunakan untuk menghidangkan air minuman seperti air dan teh. Dalam konsep robot pramusaji ini, minuman tersebut disimpan dalam sebuah tanki dan penampung air. Air yang ada di penampungan tersebut kemudian dialirkan ke dalam sebuah wadah untuk dialirkan ke cangkir dalam tujuh menit sebelum disajikan.

Mechanical Knight, humanoid di zaman Renaissance Selain sebagai pelukis Monalissa, Leonardo da Vinci dikenal sebagai sebagai seorang jenius dengan pemikiran yang tidak masuk akal. Dalam buku catatannya yang ditemukan pada tahun 1950, da Vinci menggambar rincian konsep mengenai sebuah kesatria mekanis yang dapat duduk, melambai, dan menggerakkan rahang. The Draughtsman, the Musicienne, dan the Writer, humanoid pemusik dan penulis abad 17 Pada abad 17, teknologi mengenai robot semakin berkembang di Eropa. Jacqes de Vaucanson, seniman sekaligus penemu asal Perancis adalah salah satunya. Saat usianya menginjak 18, ia sudah menciptakan inovasi di jagat robotik. Ia dipercaya membuat robot berbentuk manusia dengan dana dari penguasa daerah Les Minimes, tempat Vaucanson hidup saat itu. Penemuan pertamanya adalah sebuah robot seukuran manusia yang mampu memainkan seruling dan tamborin hingga 12 lagu. Selain Vaucanson, tokoh Perancis lainnya yang menciptakan humanoid adalah Pierre Jacue-Droz beserta anaknya, Henri-Louis dan Jean-frederic Leschot. Adapun robot-robot yang diciptakan, yaitu The Draughtsman, the Musicienne, dan the Writer. Robot-robot ciptaan Jacquet-Droz ini dapat dianggap sebagai salah satu contoh terbaik dalam memecahkan masalah sistem mekanik robot. The Draughtsman, the Musicienne, dan the Writer adalah robot berbentuk anak kecil yang mampu menulis pesan hingga 40 kata. Humanoid yang cukup canggih di masanya.

Karakuri Ningyo, humanoid Jepang abad 18 Pada abad 18, pengrajin asal Jepang Hisashige Tanaka, menciptakan serangkaian humanoid kompleks. Beberapa humanoid ciptaannya mampu menyajikan teh, panah api yang ditarik dari bergetar, atau bahkan melukis karakter kanji Jepang. Penemuan tersebut kemudian dikenal dengan Karakuri Ningyo. Istilah ini diambil dari kata“karakuri” berarti alat mekanik untuk mengusik, menipu, atau mengejutkan orang. Kata “ningyo” dalam bahasa berarti orang dan bentuk. Teks mengenai Karakuri Ningyo ini dibadaikan dalam sebuah naskah yang diterbitkan pada tahun 1796 dengan Tajuk Karakuri Zui.

Gakutensoku, humanoid masa Perang Dunia Pada 1929, ahli biologi Jepang, Makoto Nishimura mampu membuat humanoid yang mampu mengubah ekspresi, menggerakkan tangan, dan kepalanya berdasarkan tekanan udara. Ia menamai penemuannya dengan nama Gakutensou. Gakutensoku memengang panah berbentuk pena ditangan kanan dan lampu bernama Reinkanto yang artinya cahaya inspirasi di tangan kirinya. Di bagian atas Gakutensoku, terdapat robot burung bernama Kokukyocho. Ketika Kokukyocho menangis, mata Gakutensoku tertutup dan ekspresinya menjadi termenung. Ketika lampu bersinar, Gakutensoku mulai menulis kata dengan pena. Humanoid yang diciptakan menggunakan teknologi barat ini memiliki arti “belajar dari hukum alam”. Sayangnya, robot ini dilporkan hilang saat mengikuti pameran di tahun 1939.

Perkembangan humanoid setelah Perang Dunia Setelah perang dunia kedua, teknologi berbasis pemrograman dan kecerdasan buatan berkembang dengan pesat. Hal ini tentunya berdampak besar bagi perkembangan humanoid. Impian manusia untuk menciptakan robot persis manusia semakin menemukan titik terang. Pada tahun 1973, Profesor Ichiro Kato, seorang ilmuwan Universitas Waseda, Jepang mengembangkan Wabot-1. Wabot-1 mampu berkomunikasi dalam bahasa Jepang. Selain itu, robot ini juga dapat mengukur jarak dan arah dari obyek menggunakan resptoreksternal telinga dan mata artifisial, dan juga mulut artififial. 16 tahun kemudian, Batelle’s Pacific Northwest Laboratories di Richlandmembangun robot antropomorpik bernama Manny. Robot antropomorpik merupakan robot dengan konsep kerangka manusia yang dapat bergerak secara dinamis. Tidak seperti robot tradisional yang memerlukan energi dengan menggunakan motor untuk mengontrol setiap gerakan, antropomorpik mampu berjalan sendiri menuruni lereng tanpa memerlukan otot atau motor. Ia hanya perlu bergantung pada gravitasi. Perkembangan humanoid era Perang Dingin Jepang mengalami kemajuan pesat dalam penciptaan humanoid di era ini. Pada tahun 1993, untuk pertama kalinya perusahaan eaksasa Honda mengembangkan prototype humanoid yang dikenal dengan P-Series. Dua tahun setelahnya, Universitas Waseda mengembangkan tiga subsistem baru dalam dunia robotik bernama Hadaly. Subsistem tersebut melingkupi sitem kepala-mata, sistem kendali suara, dan kendali gerakan. Sistem ini kemudian diterapkan pada Wabian, humanoid pertama yang dibiarkan berjalan di sekitar kampus Universitas Waseda. Di tahun 1996, Universitas Tokyo selaku kampus nomor satu di Jepang tidak mau kalah. Mereka mengembangkan Saika, humanoid dengan berat yang lebih ringan dan harga lebih terjangkau. Saika dikembangkan hingga tahun 1998. Tahun 1997, Universitas Waseda kembali mengembangkan subsistemnya, Haldaly-2. Subsistem ini memungkinkan sebuah robot humanoid yang melakukan komunikasi interaktif dengan manusia. Humanoid tidak hanya mampu berkomunikasi tidak hanya secara lisan, tetapi juga secara fisik.

Perkembangan humanoid era Milenial Di era milenial, perkembangan humanoid dapat dibilang mendekati sempurna. Selain penemuan di bidang mekanika yang memungkinkan mesin-mesin bergerak lebih dinamis, perkembangan kecerdasan buatan (AI) ikut andil dalam menyempurnakan humanoid. Humanoid pertama dibuat oleh perusahaan raksasa asal Jepang, Honda, dengan humanoid pertamanya yang diberi nama ASIMO. ASIMO merupakan humanoid berbentuk astronot yang mampu berjalan sekitar 30 menit. Langkah Honda pada awal tahun 2000 tersebut kemudian diikuti oleh robot-robot lain dengan konsep yang sama. Pada tahun 2003, humanoid yang dilengkapi dengan kulit realistik darisilikon dikembangkan oleh Universitas Osaka. Humanoid ini kemudian diberi nama Actroid. Actroid mampu meniru gerakan manusia, seperti berkedip, berbicara, dan bernafas. Pada 2005, sebuah tim ilmuwan dan insinyur Philiph K. Dick mengembangkan android yang dapat berbicara. Kemampuan android yang diberi nama PKD ini didapat dari pemrograman sekaligus alogaritma unik yang dikembangkan dengan kolaborasi berbagai pihak. Salah satunya adalah Hanson Robotics Inc, penemu humanoid yang diundang di rapat PBB Kamis (12/10/2017) lalu.
Robot ini dibuat terutama ditujukan untuk mendampingi orang tua dan penyandang cacat. Wakamaru mampu memahami 10.000 kata umum untuk kehidupan sehari-hari. Ia juga dilengkapi dengan teknologi pengenalan wajah yang memungkinkannya untuk mengenali dua orang dalam rumah tangga sebagai pemiliknya. Pada Oktober 2017, masa depan humanoid tampak lebih baik. Hal ini ditandai dengan munculnya sosok Sophia, humanoid pertama dalam rapat PBB. Sophia mampu berbicara, bergerak, dan berinteraksi selayaknya manusia. Perkembangan ini tidak menutup kemungkinan bahwa humanoid akan terus berkembang mendekati manusia di masa depan. Apakah keberadaan humanoid akan membantu kelangsungan hidup manusia? Ataukah malah terjadi sebaliknya? Hanya waktu yang dapat menentukan.

Perkembangan humanoid setelah Perang Dunia Setelah perang dunia kedua, teknologi berbasis pemrograman dan kecerdasan buatan berkembang dengan pesat. Hal ini tentunya berdampak besar bagi perkembangan humanoid. Impian manusia untuk menciptakan robot persis manusia semakin menemukan titik terang. Pada tahun 1973, Profesor Ichiro Kato, seorang ilmuwan Universitas Waseda, Jepang mengembangkan Wabot-1. Wabot-1 mampu berkomunikasi dalam bahasa Jepang. Selain itu, robot ini juga dapat mengukur jarak dan arah dari obyek menggunakan resptoreksternal telinga dan mata artifisial, dan juga mulut artififial. 16 tahun kemudian, Batelle’s Pacific Northwest Laboratories di Richlandmembangun robot antropomorpik bernama Manny. Robot antropomorpik merupakan robot dengan konsep kerangka manusia yang dapat bergerak secara dinamis. Tidak seperti robot tradisional yang memerlukan energi dengan menggunakan motor untuk mengontrol setiap gerakan, antropomorpik mampu berjalan sendiri menuruni lereng tanpa memerlukan otot atau motor. Ia hanya perlu bergantung pada gravitasi. Perkembangan humanoid era Perang Dingin Jepang mengalami kemajuan pesat dalam penciptaan humanoid di era ini. Pada tahun 1993, untuk pertama kalinya perusahaan eaksasa Honda mengembangkan prototype humanoid yang dikenal dengan P-Series. Dua tahun setelahnya, Universitas Waseda mengembangkan tiga subsistem baru dalam dunia robotik bernama Hadaly. Subsistem tersebut melingkupi sitem kepala-mata, sistem kendali suara, dan kendali gerakan. Sistem ini kemudian diterapkan pada Wabian, humanoid pertama yang dibiarkan berjalan di sekitar kampus Universitas Waseda. Di tahun 1996, Universitas Tokyo selaku kampus nomor satu di Jepang tidak mau kalah. Mereka mengembangkan Saika, humanoid dengan berat yang lebih ringan dan harga lebih terjangkau. Saika dikembangkan hingga tahun 1998. Tahun 1997, Universitas Waseda kembali mengembangkan subsistemnya, Haldaly-2. Subsistem ini memungkinkan sebuah robot humanoid yang melakukan komunikasi interaktif dengan manusia. Humanoid tidak hanya mampu berkomunikasi tidak hanya secara lisan, tetapi juga secara fisik.
Sumber: Kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *