Oleskan Pasta Gigi ke Luka Bakar Ternyata Bahaya

Apa yang Anda lakukan ketika mengalami luka bakar? Biasanya banyak orang yang mengoleskan pasta gigi untuk mendinginkan kulit yang terasa panas.

Selain pasta gigi, mentega atau bahkan kecap juga sering jadi bahan pereda panas di luka bakar. Hati-hati meski terasa dingin di kulit namun cara ini ternyata cara ini sebaiknya tak dilakukan.

Pakar kesehatan mengungkapkan pengolesan pasta gigi dan bahan lain pada kulit yang terkena luka bakar karena bukannya mengobati luka tetapi justru berisiko memperburuk kondisi luka dan menimbulkan bekas luka parut.

“Mengoleskan pasta gigi, kecap, mentega, dapat memperburuk luka bakar, meningkatkan kemungkinan infeksi dan menimbulkan jaringan parut (scar), paling parah keloid,” ujar Medical Expert Combiphar, dokter Sandi Perutama Gani dikutip dari Antara.

Pasalnya pasta gigi mengandung fluoride yang berdampak buruk jika dioleskan pada kulit terkena luka bakar. Area kulit akan tertutup fluoride sehingga berisiko muncul radang sehingga luka sukar sembuh dan munculah parut atau bekas pada kulit.

“Panasnya luka bakar kalau dikasih pasta gigi (mengandung fluoride) akan terperangkap padahal tujuannya (penanganan luka bakar) mengeluarkan panasnya. Panasnya di situ-situ saja, akibatnya bisa jadi radang, luka lama sembuh, akan timbul jaringan parut,” ucapnya.

Yang bakal lebih berbahaya jika ada bakteri yang ikut terperangkap, salah satunya Streptococcus yang biasanya hidup di kulit dan tenggorokan manusia, ada risiko bakteri akan berkembang biak.
Infeksi bakteri ini bisa memunculkan sederet penyakit antara lain sinusitis, infeksi telinga dan pneumonia.

Luka bakar disebabkan berbagai faktor dan lokasi kejadian termasuk di lingkungan rumah. Sekitar 53 persen terjadi karena api. Penyebab lainnya, cairan panas yang bisa menyebabkan lepuh, dan juga listrik.

Penyebab lainnya, bahan kimia yang mudah terbakar seperti bensin, alkali atau pengencer cat (thinner) serta kontak dengan benda panas semisal rokok dan peralatan memasak.

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan angka luka bakar menempati urutan lima jenis cedera tidak sengaja atau secara umum mengalami peningkatan angka kejadian dari 0,6 persen menjadi 1,3 persen.

Source: cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *