Mulan, Kisah Perempuan China di Laga Perang Tayang Di Indonesia 4 Desember 2020

Film live-action Mulan dirilis secara resmi mulai 4 September di beberapa negara serta penayangan perdana khusus melalui platform streaming Disney+. Berikut sinopsis film Mulan, yang diadaptasi dari animasi berjudul sama pada 1998.

Film Mulan bercerita tentang seorang perempuan muda China yang menyamar sebagai seorang pria untuk bertarung menggantikan ayahnya. Sebagai seorang anak, Mulan dibebani tugas untuk membawa kehormatan bagi keluarganya.

Pada versi animasi, kisah ini berfokus pada situasi ketika Kekaisaran China tengah diserang oleh Bangsa Hun dari utara. Kaisar kemudian mengharuskan setiap keluarga menurunkan satu pria untuk berlaga di medan perang.

Sementara, di keluarga Mulan tidak memiliki anggota pria selain ayahnya sendiri. Kondisi sang ayah yang sudah tua, lantas membuat Mulan kabur dari rumah dengan membawa peralatan dan pakaian perang ayahnya.

Ia kemudian bergabung dengan prajurit lain dan mengikut latihan sebelum perang.

Kisah itu sendiri terinspirasi dari legenda tentang Hua Mulan, seorang pejuang perempuan China dari periode dinasti Utara dan Selatan (420-589 Masehi), dan muncul pertama kali dalam Ballad of Mulan.

Dalam kisah Ballad of Mulan, Hua Mulan mengambil peran sang ayah dalam pasukan kerajaan. Mulan bertarung selama 12 tahun dan mendapatkan kehormatan tertinggi, tapi ia menolak semua penghargaan dan memilih pensiun kembali ke kampungnya.

Namun, produser film live-action Mulan mengatakan ada perbedaan versi baru ini dengan animasinya. Salah satunya yakni ketiadaan karakter Jenderal Li Shang untuk menanggapi gerakan #MeToo yang selama beberapa tahun terakhir digaungkan.

“Saya rasa secara khusus karena kemunculan gerakan #MeToo. Memiliki seorang komandan yang juga memiliki hubungan cinta seksual sangat tidak nyaman. Kami anggap itu tidak pantas,” kata Jason Reed, Produser Mulan.

Dalam versi animasi, Jenderal Li Shang bukan hanya menjadi karakter kunci. Karakter tersebut juga menarik perhatian dengan penampilan yang menawan serta kemampuan seni bela diri. Karakternya turut berpengaruh dalam jalan cerita, tak hanya bagi Mulan tapi seluruh pasukan untuk bangkit.

Kehadiran Li Shang juga menunjukkan dampak negatif akibat perang, yaitu ketika dirinya kehilangan sang ayah. Tak hanya itu, Li Shang juga memiliki ikatan asmara dengan karakter lain Mulan yang maskulin, Ping, dan menunjukkan perwakilan kelompok LGBTQ.

Jason Reed menyatakan karakter Li Shang sesungguhnya akan tetap ada dalam Mulan versi live-action namun dalam bentuk dua karakter yang lain. Salah satunya adalah Komandan Tung yang bertindak sebagai ayah pengganti dan mentornya dalam film.

Karakter lainnya adalah Honghui, rekan Mulan, yang akan diperankan aktor asal Selandia Baru Yoson An. Jason Reed memastikan Honghui memiliki karakter pendiam, terhormat, jeli dan bisa menyeimbangkan kedinamisan Mulan.

Film live-action Mulan disutradarai Niki Caro, sementara naskahnya ditulis oleh Rick Jaffa dan Amanda Silver. Karakter utama Mulan diperankan oleh Liu Yifei dengan sejumlah pemeran pendukung seperti Jet Li, Donnie Yen, Jason Scott Lee, Gong Li, Yoson An, Ron Yuan, Tzi Ma, Rosalind Chao, Nelson Lee, Utkarsh Ambudkar, serta Chum Ehelepola.

Film ini semula dijadwalkan tayang perdana pada akhir Maret lalu. Namun, karena pandemi Covid-19, Disney menunda penayangannya beberapa kali hingga memutuskan tayang terbatas di beberapa negara serta membuka akses khusus lewat platform Disney+.

Film live action Mulan akan tayang di Disney+ Hotstar Indonesia mulai 4 Desember 2020.

Pelanggan Disney+ Indonesia bisa menikmati film tersebut tanpa biaya tambahan seperti yang diumumkan sebelumnya.

Sumber: cnn indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *