MTCC Unimma Laksanakan FGD Dirikan Sekolah Tani

(876Unimmafm) Magelang_ MTCC Unimma sebagai bagian dari Unimma terus berperan pada jihad kedaulatan pangan dan implementasi sistem pertanian terpadu melalui , rintisan sekolah tani yang dikuatkan dengan pelaksanaan FGD focus grup discussion antara petani dan jaringan Muhammadiyah se-Jawa tengah Jum’at 6/11 di resto Kampung Ulam Ngrajek.

Hal tersebut sejalan dengan RPJMN rencana pembangunan jangka menengah nasional sesuai Perpres No 28 tahun 2020 khusus pangan dan pertanian.

Tantangan berat negara kita adalah bagaimana memenuhi target sasaran yang ditetapkan RPJMN tersebut. Sasaran berfokus pada peningkatan diversifikasi pangan peningkatan produktivitas dari semua komoditas pertanian baik tanaman pangan ,sektor hortikultura, perkebunan dan peternakan.

Hadir dalam kesempatan tersebut Pimpinan wilayah Muhammadiyah Jateng Drs H M Tamsil M.Ag,  para ketua Pdm, lazisMu dan jaringan Muhammadiyah lainnya.

Menurut Rektor Unimma Bapak Dr Sulis Wiyadi M. Ag ” Filosofi dasar sekolah tani adalah surat Al Maun sesuai dengan jiwa Muhammadiyah keberpihakan kepada yang lemah, yang terbelakang agar berdaya”.

Mereka yang berprofesi sebagai petani akan dikembangkan, dengan metode yang sesuai dengan teknologi dan dengan dukungan sumber daya yang dipunyai Unimma bekerjasama dengan jejaring Muhammadiyah lainnya.

Pemberdayaan petani yang dimaksud dengan menggunakan bantuan perangkat teknologi informasi, kemampuan manajerial, memasarkan hasil pertanian tujuannya untuk membangun dan mewujudkan kesejahteraan petani.

Menurut Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jateng Drs. H M. Tamsil M.Ag ” Petani itu Fallah, petani itu adalah orang yang paling bahagia”.

Dari petanilah syurga tercipta karena taman syurga itu hijau, dan tumbuhan hijau adalah tanaman yang ditanam petani. tambahnya ketika menyampaikan sambutan pada acara tersebut.

MTCC Unimma yang fokus terhadap pen dampingan dan kesejahteraan petani berupaya ” menyuarakan aspirasi petani”. Berdasar pada pendampingan yang telah dilakukan dengan berbagai kegiatan pada forum petani multikultur Indonesia (FPMI) maka berencana menyelenggarakan sekolah petani.

FGD ini merupakan wujud kontribusi MTCC unimma sebagai bagian Muhammadiyah yang turut berperan pada kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani.

Dengan menggali kebutuhan dan permasalahan yg dialami petani sehingga mendapatkan inventarisasi persolan yang akan dijadikan kurikulum formula bahan ajar untuk membangun kualifikasi petani.

Ketika ditanyakan lulusannya akan berstatus apa , Rektor Unimma menjelaskan ” nantinya semacam sertifikasi petani yang berkemajuan”.

Dan peserta sekolah tani tersebut adalah untuk semua umur dengan metode pemberdayaan bukan seperti sekolah konvensional dengan tatap muka antara murid dan guru yang ada dalam ruangan.
Nantinya bisa didalam atau diluar ruang , bahkan bersama komunitas.

Layaknya kampus merdeka , merdeka kampus seperti yang digagas oleh Mentri pendidikan Republik Indonesia.

Dengan demikian maka , sinergi dengan Majlis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah maupun jejaring lainnya menjadi salah satu kunci keberhasilan dari Sekolah tani yang dirintis tersebut.

Diharapkan dari sekolah ini dapat memicu terjadinya distribusi pengetahuan dua arah top-bottom dan botty-up. Dengan modifikasi pendekatan baru di era revolusi industri 4.0 serta revolusi pertanian 3.0 untuk memastikan pemberdayaan petani serta bisa menarik generasi milenial.

Selanjutnya diharapkan menjadi role model dalam membangun paradigma jihad kedaulatan pangan dan implementasi sistem pertanian ala Muhammadiyah.
Sehingga menuju ” jamaah taniah berkemajuan”.

Gerakan ini adalah spirit gerakan tajdid pada bidang pertanian yang diharapkan mampu membangun subyek kekuatan umat  dan ,bangsa melalui pertanian.

FGD diakhiri dengan penandatanganan MOU kerjasama antara unimma dan berbagai jaringan Muhammadiyah.

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *