Search

MTCC UM Magelang: Wujudkan Ketahanan Pangan Indonesia Melalui Konsep Pertanian Polikultur

Forum Petani Multikultur Indonesia (FPMI) yang
difasilitasi MTCC Muhammadiyah Tobacco Control Center Universitas Muhammadiyah Magelang, menyelenggarakan webinar
dengan tema “MEWUJUDKAN KETAHANAN PANGAN MELALUI KONSEP PERTANIAN
POLIKULTUR” Sabtu (4/7).
Acara yang menghadirkan keynote speaker Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, SH., M.I.P dan juga enam petani dari tiga provinsi penghasil tembakau terbesar di Indonesia (Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat dan Jawa Tengah) ini berlangsung secara online menggunakan platform Zoom Meeting dan Youtube Live.

Giat ini dilatarbelakangi oleh
Pandemi COVID-19, yang mulai menyerang Indonesia sejak awal Maret 2020, telah
melumpuhkan hampir semua sektor kehidupan masyarakat. Salah satu sektor yang
terkena dampak tersebut adalah pertanian.

Dengan moderator Dr. Rochiyati Murni, SE., MP, Ganjar menjelaskan bahwa sekarang adalah saatnya bangsa Indonesia menanam tanaman pendamping padi. “Normal baru urusan mulut dan perut, sebaiknya menyiapkan makanan alternative pendamping nasi. Intinya ayo bareng-bareng mewujudkan kedaulatan pangan untuk ketahanan pangan masyarakat kita,” tuturnya. Ganjar juga menyampaikan pertanian polikultur pada dasarnya adalah membudidayakan berbagai jenis tanaman pertanian pada lahan yang sama. “Keunggulan pertanian polikultur salah satunya pemanfaatan lahan lebih efektif dan maksimal dan juga penanaman lebih dari satu jenis akan menghasilkan panen yang beragam,” tambahnya.

Sementara itu, Dr. Suliswiyadi, M.Ag dalam sambutannya menyampaikan bahwa pandemi tidak hanya mengganggu sektor kesehatan namun juga sektor ekonomi masyarakat. “Di sektor pertanian, lembaga PBB Food and Agriculture Organization (FAO) sudah memperingatkan bahwa dunia akan mengalami krisis pangan global akibat pandemi,” ujar Rektor. Beliau juga menyampaikan bahwa realita tersebut menunjukkan bahwa ketahanan pangan sama pentingnya dengan kesehatan masyarakat.
“UM Magelang telah melakukan berbagai macam kegiatan seperti penelitian dan pengabdian masyarakat sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat terdampak pandemi Covid-19, sekaligus upaya meningkatkan ketersediaan pangan bagi masyarakat,” jelasnya.
“Melalui MTCC telah melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap petani di Indonesia, salah satunya dengan membentuk FPMI sejak 2018,” tambahnya.

FPMI sendiri merupakan forum yang bertujuan untuk memotivasi sesama petani untuk melakukan pertanian berkelanjutan dengan tidak hanya bergantung pada satu jenis tanaman saja. Dalam webinar tersebut dihadirkan pula panelis untuk dialog kebijakan, diantaranya dari Kementerian Pertanian, Kementerian Kesehatan, Kementerian Keuangan dan Kementerian Perindustrian.

Di akhir acara, Retno Rusdjijati, Ketua MTCC menyampaikan tindak lanjut dari webinar nasional tersebut, UMMagelang melalui Lembaga Penelitian Pengembangan dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) dan MTCC akan mengupayakan Sekolah Petani Mandiri yang menggunakan konsep dari, oleh dan untuk petani.

By.Rinta




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *