Milad Muhammadiyah ke 108 dan Memperingati Hari Tanam Pohon Indonesia (HTMI)

(Unimmafm) Magelang- Dalam rangka Milad Muhammadiyah ke 108 dan memperingati Hari Tanam Pohon Indonesia (HTMI) serta Bulan Menanam Pohon Nasional, Lembaga Lingkungan Hidup Penaggulangan Bencana (LLHPB) PDA Kab. Magelang melaksanakan kegiatan tanam pohon pada hari ini Sabtu, 26 Desember 2020 mengadakan kegiatan tanam pohon di Kendeng Hill, Desa Kalisalak, Kec. Salaman

Kab. Magelang.

Bibit yang ditanam sejumlah 500 bibit pohon Albasiyah, Gayam dan Beringin yang merupakan sumbangan dari Kantor Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IX Provinsi Jawa Tengah.
Tujuan dari kegiatan tersebut adalah dalam rangka mendukung kegiatan tanaman konservasi, berpartisipasi dalam memperingati Hari Menanam Pohon dan Bulan Menanam Pohon Nasional tahun 2020 serta untuk pencegahan terhadap bencana kekeringan, tanah longsor dan banjir bandang.

Pelaksana kegiatan ini adalah LLHPB Kab Magelang bekerjasama dengan OPRB Katana Desa Kalisalak , KOPEL (Kelompok Pelestari Alam) Desa Kalisalak, serta rekan-rekan MDMC Kab dan Kota Magelang, KOKAM, Koarmabar Salaman, Lazismu Kab dan Kota Magelang, NA, IPM, Disaster Unimma serta Pramuka Saka Bhayangkara Salaman.

Sebelum kegiatan tanam pohon dilaksanakan dibuka dengan acara senam bersama yang dipimpin oleh Ibu Asmawati dari LLHPB dilanjut dengan upacara pembukaan dan penyerahan bibit tanaman oleh Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IX Propinsi Jawa Tengah Bapak Slamet Rohadi kepada Bapak H. Masykur, S.Ag selaku pengarah OPRB (Organisasi Pengurangan Resiko Bencana) Katana Desa Kalisalak didampingi oleh Ibu Taryati Ketua LLHPB PDA Kab. Magelang.

Dalam sambutannya Kepala Cabang Dinas Kehutanan mengajak generasi muda untuk menanan pohon sebagai upaya menjaga kelestarian alam. Lebih lanjut beliau mengatakan, “Saya sangat mengapresiasi LLHPB yang sudah melaksanakan kegiatan tanam pohon ini. Apalagi Salaman berdekatan dengan obyek wisata Candi Borobudur, lingkungan alam Desa Kalisalak yang masih alami dengan Kendeng Hill nya bisa dijadikan destinasi wisata.

Saya berharap bibit yang sudah ditanam dipelihara dengan baik bekerjasama dengan penduduk desa setempat. Tidak ada penanaman jika tidak kita pelihara dan kemudian mati.”

Acara tanam pohon diakhiri dengan ramah tamah dengan seluruh peserta dan penduduk Desa Kalisalak serta makan makanan khas Salaman yaitu “Gebleg” serta sego megono.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *