Makanan Yang Sehat Untuk Menjaga KesehatanParu – paru

Menjaga kesehatan paru-paru sangatlah penting sekali. Paru-paru merupakan salah satu organ vital yang ada di dalam tubuh. Paru-paru berperan sebagai organ pernapasan utama. Untuk menjaga paru-paru tetap berfungsi dengan baik, salah satu hal yang bisa dilakukan yakni mengikut rencana diet sehat paru-paru.  Berikut ini adalah beragam pilihan makanan yang baik dikonsumsi untuk kesehatan paru-paru:

1. Buah bit

Melansir Health Line, buah bit yang berwarna cerah mengandung senyawa yang dapat mengoptimalkan fungsi paru-paru. Di mana, buah bit kaya akan nitrat, yang telah terbukti bermanfaat bagi fungsi paru-paru. Nitrat membantu mengendurkan pembuluh darah, mengurangi tekanan darah, dan mengoptimalkan pengambilan oksigen. Suplemen bit telah terbukti meningkatkan kinerja fisik dan fungsi paru-paru pada orang dengan gangguan paru-paru, termasuk penyakit paru obstruktif kronik ( PPOK) dan hipertensi pulmonal, penyakit yang menyebabkan tekanan darah tinggi di paru-paru. Tak hanya buahnya, daun bit juga termasuk makanan yang baik untuk kesehatan paru-paru. Di mana, daun bit dikemas dengan kandungan magnesium, potasium, vitamin C, dan antioksidan karotenoid, yang semuanya penting untuk kesehatan paru-paru.

2. Paprika

Paprika adalah salah satu sumber terkaya vitamin C, nutrisi yang larut dalam air yang bertindak sebagai antioksidan kuat dalam tubuh. Mendapatkan vitamin C yang cukup sangat penting bagi mereka yang merokok. Faktanya, karena efek merusak dari asap rokok pada simpanan antioksidan tubuh, disarankan agar orang yang merokok mengonsumsi tambahan 35 mg vitamin C per hari. Banyak penelitian menunjukkan bahwa perokok dapat memperoleh manfaat dari dosis vitamin C yang lebih tinggi. Di mana, perokok dengan asupan vitamin C yang tinggi dilaporkan memiliki fungsi paru-paru yang lebih baik daripada mereka yang memiliki asupan vitamin C yang lebih rendah. Sementara, mengonsumsi hanya satu paprika merah ukuran sedang (119 gram) dapat memberikan 169 persen kebutuhan vitamin C harian orang dewasa.

3. Apel

Penelitian telah menunjukkan bahwa makan apel secara teratur dapat membantu meningkatkan fungsi paru-paru. Misalnya, penelitian menunjukkan bahwa asupan apel dikaitkan dengan penurunan fungsi paru-paru yang lebih lambat pada mantan perokok. Selain itu, mengonsumsi lima atau lebih apel per minggu dikaitkan dengan fungsi paru-paru yang lebih besar dan penurunan risiko pengembangan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Asupan apel juga dikaitkan dengan penurunan risiko asma dan kanker paru-paru. Ini mungkin karena konsentrasi antioksidan yang tinggi dalam apel, termasuk flavonoid dan vitamin C.

4. Labu

Daging labu yang berwarna cerah mengandung berbagai senyawa tanaman yang meningkatkan kesehatan paru-paru. Tanaman ini sangat kaya akan karotenoid, termasuk beta karoten, lutein, dan zeaxanthin, yang semuanya memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi yang kuat. Studi menunjukkan bahwa memiliki kadar karotenoid dalam darah yang lebih tinggi dikaitkan dengan fungsi paru-paru yang lebih baik baik pada populasi yang lebih tua maupun yang lebih muda. Orang yang merokok mungkin mendapat manfaat yang signifikan dari mengonsumsi lebih banyak makanan kaya karotenoid seperti labu. Bukti menunjukkan bahwa perokok mungkin memiliki konsentrasi antioksidan karotenoid 25 persen lebih rendah daripada bukan perokok, yang dapat membahayakan kesehatan paru-paru.

5. Kunyit

Kunyit sering digunakan untuk meningkatkan kesehatan secara keseluruhan karena memiliki efek antioksidan dan anti-inflamasi yang kuat. Kurkumin, komponen aktif utama dalam kunyit disinyalir sangat bermanfaat untuk mendukung fungsi paru-paru ini. Sebuah studi pada 2.478 orang menemukan bahwa asupan kurkumin dikaitkan dengan peningkatan fungsi paru-paru. Selain itu, fungsi paru-paru perokok yang memiliki asupan kurkumin tertinggi secara signifikan lebih besar daripada perokok yang memiliki asupan kurkumin rendah. Faktanya, asupan kurkumin yang tinggi pada perokok dikaitkan dengan 9,2 persen fungsi paru-paru yang lebih besar, dibandingkan dengan perokok yang tidak mengonsumsi kurkumin.

Source : kompas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *