Search

Kebijakan Super Praktis BPJS Kesehatan terkait Covid 19

Bentuk komitmen BPJS Kesehatan kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), dengan memperpanjang jangka waktu Program Super Praktis. Sejalan dengan kebijakan relaksasi di tengah wabah Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Kepala BPJS Kesehatan Cabang kabupaten Magelang Bapak Gama Apriadi menyebutkan, Program Super Praktis ini diberlakukan bagi segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), atau peserta mandiri dan peserta segmen Bukan Pekerja (BP). Peserta dari dua segmen itu bisa memilih untuk turun kelas terhitung mulai tanggal 22 Mei 2020 sampai dengan 31 Agustus 2020.
 
“Penurunan kelas perawatan kurang dari setahun hanya bisa dilakukan sekali ini saja, ” kata Gama saat Talkshow di Radio Unimma Selasa 9/06/2020.

Ditambahkan Nugraheni Retno Bagian kepesertaan BPJS penurunan kelas wajib dilakukan melalui Kantor BPJS Kesehatan, baik cabang maupun kantor di kabupaten dan kota. Kemudian, untuk turun kelas yang terhitung bulan depan juga bisa dilakukan melalui aplikasi Mobile JKN dan BPJS Kesehatan Care Center 1500 400 dan pembayaran akan berlaku mulai bulan depannya sejak pengajuan penurunan kelas dilakukan peserta.

Ia merincikan, turun kelas khusus bagi peserta dengan beberapa kriteria. Pertama, peserta PBPU aktif dan belum membayar bulan berjalan. Kedua, peserta PBPU status aktif sudah bayar iuran bulan berjalan. Ketiga, peserta PBPU yang sebelumnya non aktif tapi baru saja melunasi tunggakan iuran, sehingga statusnya aktif secara real time.

Sementara turun kelas yang terhitung mulai bulan depan, diperuntukkan bagi peserta menunggak iuran yang sama sekali belum melakukan pembayaran. Kemudian bagi peserta yang sedang menjalani perawatan pada Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) dan mendapat pelayanan kacamata dengan kls 1 haknya adalah 300 ribu, kls 2 adalah 200 rb dan kls 3 adalah 150rb dan klaim berlaku per 2 tahun sekali.

“Turun kelas wajib dilakukan seluruh anggota dalam satu kartu keluarga (KK), dan peserta dapat turun dua kelas tawaran sekalipun. Misalnya, dari kelas 1 turun ke kelas 2,” jelasnya.

Terkait syarat yang harus dipenuhi peserta JKN-KIS turun kelas, yakni Kartu JKN-KIS, KTP, KK, pernyataan tidak menjalankan perawatan di rumah sakit bagi turun kelas real time bulan berjalan. Selama Program Super Praktis, peserta yang turun kelas dibebaskan dari kewajiban dengan melampirkan buku tabungan dari bank mitra BPJS Kesehatan.

Kemudian, peserta yang sudah turun kelas pada Program Super Praktis dan Praktis periode 9 Desember 2019 sampai 18 Maret 2020 dapat melakukan turun kelas lagi. Khusus bagi peserta yang ingin turun kelas secara real time, tidak berlaku untuk peserta JKN-KIS yang sedang menjalani perawatan di FKRTL atau sedang mengakses pelayanan kecamata.

Sedang untuk informasi pengaduan BPJS kesehatan dapat melalui aplikasi ” Chika” atau chat Asistance JKN merupakan pelayanan informasi dan pengaduan melalui chatting yang direspon Artificial Intellige t/Sistem yang dapat diakses melalui Facebook Messenger, Telegram dan WhatsApp.
Sementara untuk mengecek status tagihan dan status kepesertaan JKN -KIS melalui BPJS kesehatan care center 1500 400.

Saat menutup Talkshow Talkshow di 87,6 Unimma Magelang. Inung mengatakan ” Maksimalkan layanan Aplikasi JKN Mobile, Anda dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan pelayanan hanya dalam satu gengaman”.

By. Rinta dr berbagai sumber




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *