Kartunis Anang Jatmiko “Nank Ngablak” Juara I Kartun Internasional di Italia

Kartun berjudul “Global warming” berhasil membawa Yustinus Anang Jatmiko (50), menjadi juara I dalam Festival Andromeda Trento Italy dengan tema “Environment and Growth”. Pria asal Desa Ngablak, Kecamatan Ngablak ini berhasil membawa harum nama Kabupaten Magelang di kancah internasional.

Di event ini, Anang mengirimkan 3 karya. Namun yang lolos seleksi di 200 besar hanya dua karya. “Dari dua karya yang lolos 200 besar kemudian lolos lagi masuk ke 100 besar,” kata Anang yang ditemui usai menerima penghargaan dari Bupati Magelang di Rumah Dinas, Senin (5/10/2020).

Kemudian dari 100 karya ini, pemenangnya berdasarkan voting. “Ternyata saya memperoleh vote terbanyak untuk kartun Global warming, sehingga keluar sebagai juara I,” ungkapnya.

Menurut Anang, ia sengaja membuat kartun yang menggambarkan Beruang dan Pinguin di atas gedung dengan es yang meleleh sesuai dengan tema lomba. Kedua binatang kutub itu merasa kebingungan karena es sudah mencair akibat pemanasan global, juga banyak gedung bertingkat. Selain itu banyak pohon ditebangi, juga ilegal loging di hutan-hutan.

Dalam kartun tersebut digambarkan, di bawah gedung ada regu penolong yang siap menolong kedua binatang tersebut. Sementara warga lain ada yang sibuk memotret atau hanya menonton saja.

“Jadi sangat ironis, saat ada bencana justru sering dijadikan obyek tontonan tanpa ada upaya ingin menolong,” kata sarjana Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogjakarta ini.

Anang mengaku, dirinya memang sudah sering ikut festival bertaraf internasional. Ia juga kerap mendapatkan penghargaan, seperti Honorable Mention 17th DICACO 2008 Korea, Excellent Prize 1st International Caricature Art Competition 2011 China dan Special Prize of Jury Meeting The2nd Gold pada 2011 di China.

Namun penghargaan tertinggi sebagai juara I internasional, baru tahun ini. “Sebelumnya selalu masuk 10 besar,” paparnya.

Atas prestasinya ini, ia mendapatkan penghargaan dari bupati Magelang, Zainal Arifin sebesar Rp 5 juta. Ia dinilai sebagai salah satu putra terbaik di Kabupaten Magelang.

Anang juga mengaku dirinya menekuni dunia kartun sejak tahun 1990 lalu. Saat itu dunia media cetak masih jaya, sehingga ia sering mengirimkan karya kartunnya ke media cetak. “Kalau di muat ya tentu saja saya dapat honor lumayan. Saya masih ingat pertama kali karya kartun dimuat di harian Bernas Jogja. Saking senangnya mendapat honor, saya langsung buka di jalan dan tidak sadar akan tertabrak motor,” katanya mengenang.

Ia juga mengaku belajar menggambar kartun secara otodidak. Sejak kecil sudah senang menggambar. Mulai inten ikut lomba-lomba pada 2008 lalu.

Bagi Anang, kartun adalah bahasa untuk mencurahkan kegelisahan dirinya atas sebuah kejadian atau peristiwa. “Terutama untuk hal-hal yang timpang,” ujarnya.

Pernah merantau 3 tahun di Bali dan menjadi kartunis untuk banyak majalah, seperti majalah Bog Bog Cartoon Magazine. Namun karena bakti sebagai anak, ia memutuskan untuk pulang kembali ke Ngablak untuk merawat ibunya yang sendirian. Namun begitu, ia tidak akan pernah meninggalkan dunia kartun yang sudah mendarah daging.

Sumber: beritamagelang. id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *