Diet Body Reset: Ketahui Kelebihan dan Kekurangannya

Beragam pola diet tersedia. Salah satu yang populer adalah ‘the body reset diet’ yang juga diikuti oleh sejumlah selebriti. Diet jenis ini diklaim sebagai cara mudah dan sehat untuk meningkatkan kerja metabolisme tubuh serta menurunkan berat badan dengan cepat.

Diet ini diciptakan oleh Harley Pasternak, seorang instruktur olahraga selebriti yang memiliki latar belakang ilmu fisiologi dan ilmu gizi. Melansir Healthline, Pasternak percaya bahwa seseorang akan lebih termotivasi untuk tetap menjalani pola diet saat telah mengalami penurunan berat badan yang cepat sejak awal.

‘Body reset diet’ bertujuan untuk memulai penurunan berat badan dengan pola makan rendah kalori dan olahraga ringan selama 15 hari. Buku Pasternak berjudul The Body Reset Diet: Power Your Metabolism, Blast Fat, and Shed Pounds in Just 15 Days menjelaskan pola makan yang menekankan pada smoothie buatan sendiri, camilan berserat tinggi, dan makanan sederhana.

Dalam diet ini, Anda dapat mengonsumsi rata-rata 300 kalori per smoothie, 150-200 kalori per camilan, dan 360 kalori per makanan. Jika dijumlahkan, total konsumsi harian sebanyak 1.200-1.400 kalori.

Diet ini juga menyarankan olahraga ringan seperti jalan kaki dan latihan beban 5-10 menit untuk membakar kalori tanpa menambah nafsu makan.

Diet jenis ini dibagi menjadi tiga fase yang masing-masing berlangsung selama lima hari. Setiap fase memiliki pola makan sendiri dan olahraga rutin.

– Fase 1

Jadikan smoothie sebagai menu sarapan, makan siang, dan makan malam. Tambahkan dua kali camilan per hari. Untuk aktivitas fisik, Anda disarankan berjalan kaki setidaknya 10 ribu langkah per hari.

– Fase 2

Ganti dua kali makan dengan smoothie dan satu kali makan padat rendah kalori, ditambah dua kudapan per hari. Untuk aktivitas fisik, Anda disarankan berjalan 10 ribu langkah setiap hari dan latihan beban selama 5 menit per hari.

– Fase 3

Ganti sekali makan dengan smoothie dan dua kali makan padat rendah kalori, ditambah dua kudapan per hari. Untuk aktivitas fisik, Anda disarankan berjalan 10 ribu langkah setiap hari dan latihan beban 5 menit per hari.

Setelah 15 hari diet dilakoni, Anda harus mengikuti pola makan yang sama seperti dalam fase 3 untuk seterusnya. Anda juga diberi keleluasaan untuk mengonsumsi apa saya yang diinginkan setidaknya dua kali dalam sepekan.

Keleluasaan itu diberikan agar Anda tak benar-benar kehilangan makanan-makanan favorit. Pasternak mengatakan, kehilangan makanan favorit secara menerus dapat mendorong pola makan berlebih.

Manfaat Diet Body Reset

Meski diet jenis ini belum diteliti secara spesifik, tapi beberapa prinsip utamanya didasarkan pada bukti ilmiah. Berikut manfaatnya.

1. Membantu menurunkan berat badan

Diet jenis ini memungkinkan penurunan berat badan, setidaknya dalam jangka pendek.

Penurunan berat badan terjadi saat tubuh lebih banyak membakar kalori. Karena diet ini terdiri dari smoothie, camilan, dan makanan berkalori rendah, tubuh sangat mungkin mengalami defisit kalori. Olahraga rutin juga membantu tubuh membakar kalori.

Diet ini juga menekankan pada konsumsi sekitar 1.200-1.400 kalori per hari. Sebuah penelitian menemukan, orang yang mengonsumsi 1.200-1.500 kalori per hari berhasil menurunkan berat badannya hingga 6,8 kilogram.

Namun, penting juga diingat sejumlah faktor lainnya seperti usia, berat badan, tinggi badan, jenis kelamin, dan faktor genetik.

2. Meningkatkan semangat

Meskipun 15 hari menjadi periode waktu yang relatif singkat, namun Anda dipastikan akan terus menjalani pola diet ini. Penurunan berat badan awal yang cepat ditemukan dapat meningkatkan keberhasilan diet jangka panjang.

Peneliti menduga bahwa keberhasilan tersebut dipicu oleh motivasi. Secara sederhana, seseorang akan termotivasi saat berhasil menurunkan berat badan di masa awal diet. Seseorang akan percaya bahwa diet itu bekerja dengan baik.

3. Makanan kaya nutrisi tinggi

Diet ini menekankan pada makanan bergizi seperti buah, sayur, biji-bijian, kacang-kacangan, protein tanpa lemak, dan produk olahan susu rendah lemak.

Terlebih lagi, pola makan diet ini dikemas dengan serat dari banyak makanan utuh dalam smoothie, camilan, dan makanan padat. Diet tinggi serat telah dikaitkan dengan penurunan berat badan dan penurunan risiko penyakit kronis seperti diabetes tipe-2, penyakit jantung, dan kanker.

Kekurangan Diet

Meski diklaim dapat membantu penurunan berat badan, diet ini juga memiliki beberapa kekurangan.

1. Terlalu membatasi kalori

Diet ini membatasi asupan sebanyak 1.200-1.400 kalori per hari. Angka ini jauh berada di bawah jumlah yang disarankan untuk orang dewasa sebanyak 2.000 kalori per hari. Pembatasan kalori ini dianggap terlalu berat bagi beberapa orang.

Tak hanya terlalu berat, pembatasan kalori juga bisa menyebabkan kekurangan nutrisi. Diet rendah kalori sering kali kekurangan semua kebutuhan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan untuk kesehatan yang optimal.

Terlebih lagi, pembatasan kalori ekstrem dan penurunan berat badan yang cepat terbukti dapat memperlambat metabolisme tubuh dan mengakibatkan berkurangnya massa otot secara signifikan.

2. Sulit untuk dilakoni jangka panjang

Penelitian menunjukkan bahwa setiap diet rendah kalori akan bekerja selama seseorang tetap melakukannya. Namun, asupan rendah kalori dapat melepaskan hormon yang menciptakan rasa lapar. Hal ini menjadi alasan banyak orang berhenti menjalani program diet.

Source: cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *