BPJS Kesehatan Berikan Kelonggaran Pembayaran Tunggakan Peserta JKN KISS

Setelah menghadirkan aplikasi Vika dan Chika benerapa waktu lalu , BPJS Kesehatan melengkapi inovasi barunya dengan aplikasi E-dabu, fitur ini diharapkan mampu membantu peserta JKN-KIS memenuhi kebutuhannya dalam kepesertaan Program JKN-KIS.

E-dabu BPJS Kesehatan adalah singkatan dari Elektronik Data Badan Usaha. Bagi beberapa masyarakat mungkin masih awam dan belum terlalu mengenal edabu BPJS Kesehatan. Sebab, kebanyakan merupakan perusahaan yang menggunakan E-dabu kesehatan untuk memasukkan data karyawannya agar terdaftar di BPJS Kesehatan.

Edabu memberikan kesempatan untuk perusahaan atau badan usaha yang telah memiliki karyawan dalam jumlah yang banyak untuk memasukkan data dengan lebih praktis. Sehingga tak heran jika, edabu BPJS Kesehatan bertujuan untuk meningkatkan pelayanan BPJS Kesehatan lebih maksimal kepada masyarakat.
Hal tersebut disampaikan pada saat Gathering dan sosialisasi Aplikasi Faskes, Chika, Chika dan E-dabu BPJS Kesehatan Magelang di Grand Artos Hotel Kamis (24/7).

Ibu Agustin Erna Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta salah satu Nara sumber di acara tersebut , menyampaikan ”
BPJS Kesehatan Cabang Magelang memberikan keringanan pembayaran tunggakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau relaksasi iuran di masa pandemi ini.

Jadi peserta yang menunggak biasanya mulai 6 bulan keatas, mereka diberikan keringanan kelonggaran untuk bisa melakukan pelunasan tunggakan dengan teknis membayar 6 bulan dulu kemudian status anggota menjadi aktif, kemudian sisa tunggakan tetap dibayar dengan cara mencicil sampai dengan tahun 2021 yang akan datang.Berlaku untuk peserta mandiri(Pbpu dan PPU Bu)
  
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Magelang Dyah Miryanti, saat diwawancarai wartawan usai sosialisasi program JKN-KIS, BPJS Kesehatan Cabang Magelang memberikan keringanan pembayaran tunggakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau relaksasi iuran di masa pandemi ini, dengan keringanan kelonggaran pelunasan bagi peserta yang menunjuk lebih dari 6 bulan dan bsa mencicil sampai tahun 2021.

Tujuannya untuk memberikan keringanan finansial bagi peserta selama pandemi Covid-19 ini. 

“Relaksasi ini khususnya peserta mandiri dimana dia menunggak di atas enam bulan. Kalau tunggakan di bawah enam bulan, peserta tidak bisa mengikuti program ini. Tujuan relaksasi ini juga untuk meningkatkan peluang keaktifan peserta maupun potensi penerimaan iuran,” kata Erna,

Peserta pun dapat mendaftar relaksasi tunggakan ini melalui aplikasi Mobile JKN.

Menu relaksasi akan muncul bagi peserta yang memiliki tunggakan iuran di atas enam bulan.

Di sana, keluar tampilan berapa lama dan berapa bulan dia perlu waktu untuk mencicil.
Melalui aplikasi mobile JKN sudah ada skemanya, peserta mandiri. Dia bisa cek di sini, kalau dia punya tunggakan di atas enam bulan,” tutur Erna.

Pembayaran tunggakan secara cicilan ini diberlakukan sampai tanggal 31 Desember 2021. Jika peserta tidak melengkapi pembayaran sampai waktu tersebut, bisa jadi kepesertaannya menjadi tidak aktif dan tunggakan akan menggunung.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Magelang Dyah Miryanti, mengatakan, adanya relaksasi iuran selama pandemi ini mendorong lebih banyak peserta yang dapat membayar. Tunggakan di atas enam bulan, bisa mencicil lebih ringan dengan waktu yang longgar.

Ketika dikonfirmasi okeh wartawan tentang tunggakan , Ia mengakui jika masih ada tunggakan peserta di Magelang, meskipun jumlahnya tidak banyak. Pengumpulan iuran cukup tinggi hingga 75 persen. Ia pun melakukan berbagai metode agar peserta dapat membayar iuran secara tertib.

“Tunggakan peserta, rasanya di semua kantor cabang pasti ada tunggakan. Di kami termasuk kantor cabang yang kolekting iurannya bagus, 75 persen sudah di tangan kami. Apalagi kota Magelang sampai 80 persen. Kami juga gunakan sms blast, kader JKN, dan koordinasi dengan pemda, kalau memang ada yang masuk data yang ditetapkan dinsos sebagai masyarakat miskin, bisa diambil alihr ke segmen penerima bantuan iuran,” tuturnya.

Sedang menurut Ryan Kapala bidang Penjaminan Primer, Saat ini di Magelang ada 22 kader JKN Kiss yang tersebar di 21 kabupaten dan kota yang kehadirannya membantu penagihan tunggakan iyuran peserta , kader Jkn Kiss dibekali indentitas seperti Topi, rompi, id, surat tugas, face shile dan lainnya dalam menjalankan tugasnya. Kaderpun berperan membantu peserta yang menunggak dalam teknis proses pembayarannya dengan sistem PPOB, mengedukasi dan menjelaskan kebijakan BPJS kesehatan kepada peserta.
Peserta yang di tagih oleh Kader JKN adalah peserta yang tunggakannya lebih dari 6 bulan sampai 2 tahun.

By. Rinta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *