BPJamsostek: Iuran Tidak Naik, Peserta Terima kenaikan Manfaat Berlipat Program JKK dan JKM

“Dengan visi perlindungan sebagai lembaga plat merah non profit motiv” mengawali sambutan Kakacab BPJS ketenagakerjaan Magelang atau sekarang dikenal dengan nama Bpjamsostek lembaga publik yang langsung dibawah Presiden. Press Gathering Bpjamsostek Magelang di Jogla Pancuran pitu rabu (29/7).

Memberikan kabar gembira bagi seluruh pekerja Indonesia, yaitu pemberian peningkatan dan kenaikan manfaat berlipat kepada peserta, adalah kenaikan manfaat program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) yang diberikan kepada pekerja Indonesia tanpa kenaikan iuran, sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2019 tentang perubahan atas PP Nomor 44 Tahun 2015. Hal tersebut diungkapkan Kakacab Bpjamsostek Magelang Budi Santoso.

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2019 tentang perubahan atas PP Nomor 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian yang dimaksud, masih menurutnya,” Manfaat JKK, Jaminan kecelakaan kerja meliputi perlindungan dari risiko kecelakaan kerja bagi pekerja dimulai dari perjalanan berangkat, pulang dan di tempat bekerja serta pada saat melaksanakan perjalanan dinas”.

JKK selama ini dengan manfaat lengkap, di antaranya perawatan dan pengobatan kelas satu tanpa batasan biaya sesuai kebutuhan medis, bantuan biaya transportasi korban kecelakaan kerja, santunan pengganti upah selama tidak bekerja, santunan kematian sebesar 48x upah, santunan cacat total hingga maksimal sebesar 56x upah, bantuan beasiswa, hingga manfaat pendampingan dan pelatihan untuk persiapan kembali bekerja (return to work).

Masih menurut Pak Budi yang sebelumnya bertugas di Mojokerto Jawa Timur tersebut
” Magelang saat ini peserta baru berjumlah 48 ribu baik dari karyawan perusahaan maupun dari masyarakat informal dan Magelang adalah pasar yang potensial karena ekonominya merata bergerak bahkan banyak tumbuh UMKM “.

Kondisi tersebut sangat memungkinkan untuk menambah calon peserta baru ” Apalagi kami ini kan ada payung hukum yang jelas yaitu undang-undang , apalagi dengan iyuran yang tidak pernah naik namun justru nilai manfaatnya selalu naik dari waktu ke waktu” imbuh Pak Budi.

Manfaat JKK tersebut menjadi ditambah dan ada peningkatan manfaat karena adanya perubahan sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2019, antara lain berupa santunan pengganti upah selama tidak bekerja, ditingkatkan nilainya menjadi sebesar 100 persen untuk 12 bulan dari sebelumnya 6 bulan dan seterusnya sebesar 50 persen hingga sembuh.

Tambahan peningkatan manfaat biaya transportasi untuk mengangkut korban yang mengalami kecelakaan kerja. Biaya transportasi angkutan darat dinaikan dari Rp 1 juta menjadi maksimal Rp 5 juta, biaya transportasi angkutan laut naik dari Rp 1,5 juta menjadi Rp 2 juta, dan biaya transportasi angkutan udara dinaikan menjadi Rp 10 juta dari sebelumnya Rp 2,5 juta.

Sebelumnya, bantuan beasiswa diberikan sebesar Rp 12 juta untuk satu orang anak, saat ini menjadi maksimal sebesar Rp 174 juta untuk dua orang anak. Sehingga kenaikan manfaat beasiswa BPJamsostek tersebut mencapai 1350 persen.

Pengajuan klaim beasiswa dilakukan setiap tahun, dan bagi anak dari peserta yang belum memasuki usia sekolah sampai dengan sekolah di tingkat dasar, saat peserta meninggal dunia atau cacat total, beasiswa akan diberikan pada saat anak memasuki usia sekolah. Sementara pemberian beasiswa berakhir pada saat anak peserta mencapai usia 23 tahun, menikah atau bekerja.

Pemerintah juga menambahkan manfaat JKK dengan perawatan di rumah atau home care melalui Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2019 mencapai maksimal Rp 20 juta per tahun untuk setiap kasus bagi peserta yang tidak memungkinkan melanjutkan pengobatan ke rumah sakit. Untuk pemeriksaan diagnostik, pemeriksaan dalam rangka penyelesaian kasus Penyakit Akibat Kerja (PAK). Hal ini dilakukan untuk memastikan pengobatan dilakukan hingga tuntas.

Manfaat JKM Naik 75 persen, peningkatan manfaat yang cukup signifikan. Sebelumnya, manfaat yang diterima ahli waris terdiri dari santunan kematian yang diberikan secara sekaligus dan berkala selama 24 bulan, bantuan biaya pemakaman dan beasiswa untuk 1 orang anak dengan total manfaat sebesar Rp 24 juta.

Namun, dengan disahkannya peraturan ini total manfaat santunan JKM meningkat sebesar 75 persen menjadi Rp 42 juta.
Adapun perincian santunan kematian program JKM naik dari Rp 16,2 juta menjadi Rp 20 juta, santunan berkala meninggal dunia dari Rp 6 juta untuk 24 bulan menjadi Rp 12 juta, dan biaya pemakaman naik dari Rp 3 juta menjadi Rp 10 juta.

Selain manfaat diatas, program JKM juga memberikan bantuan beasiswa, yaitu maksimal mencapai Rp 174 juta untuk dua orang anak.

” Tentunya manfaat – manfaat tersebut akan diterima oleh pekerja yang aktif dalam membayar iuran dan terdaftar sebagai peserta BPJamsostek”. Lanjut KKacab Magelang yang membawahi cabang Purworjo, Temanggung dan Wonosobo.

Di masa Pandemi ini mulai bulan Maret 2020 lalu, ” Kami melayani peserta secara on line seperti chart, video call dan lainnya, namun Masyarakat tetap ada yang datang ke kantor, jadi kami melayani peserta sekitar 100 an setiap harinya di area luar kantor ,dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.”

Kemudian pelayanan di dalam kantor dibatasi 20 orang dengan 4 petugas customer servis dengan sistem pelayanan langsung, namun melalui media monitor camera, sehingga petugas tidak bertemu langsung dengan peserta namun peserta tetap terlayani dari dalam kantor, imbuhnya

“Saat ini, Bpjamsostek Magelang akan melakukan pendampingan pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dan putus kontrak melalui Program Vokasi , yaitu pelatihan gratis untuk para korban PHK, program ini sementara dibuka 2 kelas yaitu kelas komputer dan kelas Forklit yaitu operator alat berat, dengan kuota sementara 200 orang “.

Kabar baiknya, peserta selain mendapatkan sertifikat akan mendapat uang saku selama pelatihan berlangsung. Calon peserta dapat mendaftar di link sso.bpjsketenagakerjaan.go.id Atau ke kantor Bpjamsostek Magelang. Kelas ini akan dimulai bulan Agustus 2020.

Dengan peningkatan manfaat dari program JKK dan JKM serta program vokasi korban PHk yang diberikan BPJamsostek akan sangat membantu meringankan beban pekerja dan keluarganya yang mengalami risiko kecelakaan kerja dan kematian serta menjadi korban PHK.

By. Rinta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *