Borobudur Fun Run: Penutup Rangkaian Borobudur Marathon 2019 sekaligus Pembuka Borobudur Marathon 2020 Powered By Bank Jateng Kepada Warga Magelang

Magelang, 19 Januari 2020 – Yayasan Borobudur Marathon dan Pemerintah Jawa Tengah, bekerja sama dengan Harian Kompas, menyelenggarakan acara Borobudur Fun Run sebagai bagian dari rangkaian acara penutup Borobudur Marathon 2019 Powered by Bank Jateng. Diikuti oleh Sekitar 2000 pelari dari daerah sekitar Magelang, baik warga masyarakat, sekolah, komunitas lari maupun stakeholder yang menemouh jarak sekitar 3km disekitaran area Candi Pawon dan desa sekitarnya. Melalui tema “Synergy and Harmony”, Borobudur Marathon 2019 Powered by Bank Jateng ingin mengajak seluruh pihak yang terlibat; yaitu sponsor, penyelenggara, peserta, dan masyarakat lokal untuk bersinergi dalam menciptakan keselarasan demi meningkatkan nilai pariwisata dan ekonomi Provinsi Jawa Tengah, khususnya Kota/Kabupaten Magelang.

Borobudur Fun Run, yang merupakan salah satu bagian program Pawone Borobudur Marathon 2019, adalah sebuah penghargaan dan rasa terima kasih yang dipersembahkan kepada para komunitas dan warga Magelang yang telah mendukung penuh perhelatan Borobudur Marathon 2019 Powered by Bank Jateng. Terjadwal setiap tahun setelah diadakannya acara puncak Borobudur Marathon, Borobudur Fun Run diselenggarakan khusus bagi masyarakat Magelang agar mereka bisa menikmati pengalaman layaknya berlari di Borobudur Marathon. Kesediaan medali, water station, marshal, tim medis & ambulan, sistem pendaftaran berbasis data yang tercantum pada kartu tanda penduduk/kartu pelajar, dan rute dengan suasana pemandangan alam dapat dirasakan langsung oleh para warga yang ikut berpartisipasi. Selain kegiatan berlari sejauh 3 kilometer; Borobudur Fun Run juga digabungkan dengan berbagai kegiatan seperti pengumuman pemenang lomba cheering zone dan lomba Pasar Harmoni yang dilakukan oleh warga Magelang yang telah sukses dilaksanakan pada acara puncak Borobudur Marathon 2019 Powered by Bank Jateng pada November 2019 lalu, pembagian berbagai doorprize untuk warga Magelang, dan makan bersama sajian khas Magelang persembahan Pasar Harmoni; kumpulan UMKM kuliner binaan Pawone Borobudur Marathon 2019.

Selain itu, kegiatan ini tidak hanya merupakan acara penutup Borobudur Marathon 2019 Powered by Bank Jateng, tetapi juga sebagai sebuah awalan membuka lembaran baru dan hubungan yang semakin erat antara penyelenggara Borobudur Marathon dengan warga Magelang. “Saya tidak hanya ingin para penyelenggara acara, sponsor, dan peserta lari yang merasakan pengalaman apresiasi; namun seluruh pihak patut mendapatkan apresiasi atas kerja keras yang telah dikerahkan untuk membantu acara ini menjadi sukses, terutama warga Magelang. Borobudur Fun Run diciptakan sebagai persembahan kami untuk warga Magelang yang ikut berpartisipasi menciptakan pengalaman tak terlupakan kepada para tamu yang datang mengikuti lomba,” ujar Ketua Yayasan Borobudur Marathon Liem Chi An.

Sedangkan dari sisi ekonomi ,dampak kepada masyarakat terlihat pada gelaran Borobudur Marathon 2019 terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Pada tahun 2017, peredaran uang di Magelang dan sekitar mencapai Rp 15 Miliar. Tahun 2018 meningkat menjadi Rp 26 Miliar. Tahun 2019 naik lagi menjadi Rp 30 Miliar,” kata Lukminto Ge neral Manager Event Kompas.

Efek dari event Borobudur Marathon 2019 menurut Sinung Kadisbudpar Provinsi Jateng capaian target kunjungan wisatawan sejawa Tengah
” Peningkatan yang signifikan 30-35% di tahun dari 2018, di 2019 wisatawan nusantara 53,7juta. Namun untuk wisatawan Mancanegara sebelumnya 677 ribu justru menurun ditahun 2019 yaitu sejumlah 633 ribu sehingga menjadi tantangan baru bagi Dinas Pariwisata Jateng ,penurunan ini dikarenakan dampak adanya Internasional index Travel Warning yang berada di zona warna merah”, masih menurut Sinung artinya daerah tidak aman dikunjungi wisman, seperti karena tahun politik, bencana alam, kejadian diprovinsi lain secara nasional yang berdampak di Jawa Tengah.
Sedangkan skala Nasional kunjungan wisman pun terjadi penurunan sekitar 8% di Indonesia”.

 

 

-Rinta Zahra-

 



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *