Bawaslu Kabupaten Magelang Menerbitkan Buku Melawan Money Politics Untuk Membangun Kesadaran Masyarakat.

Tema politik uang selalu hangat didiskusikan di setiap momen pemilu. Tidak hanya dalam ruang seminar dan kampus-kampus namun juga warung kopi pinggir jalan.

Ini menandakan politik uang masih menjadi penyakit sosial yang harus disikapi bersama demi perbaikan kualitas sistem demokrasi di Tanah Air. Baik melalui perbaikan regulasi pemilihan, maupun menumbuh kembangkan budaya anti politik uang di tengah – tengah masyarakat.

Secara praktik, politik uang memang tampak sepele. Setidaknya, hal itu tercermin dari banyaknya pejabat, mulai dari wakil rakyat hingga kepala daerah yang terjerat kasus korupsi dan terpaksa berhadapan dengan KPK.

Sebagai sebuah penyakit yang mencederai sistem demokrasi, politik uang sudah lama tumbuh subur dalam sistem sosial kemasyarakatan kita. Sebuah penyakit yang selalu dirasakan kehadirannya pada saat diselenggarakannya hajatan pemilihan.

Bawaslu Provinsi Jawa Tengah berkoordinasi dengan berbagai stakeholder dalam mencegah dan menindak praktik-praktik Pemilihan Umum Tahun 2019 menemukan setidaknya ada 28 Kasus Politik uang, dari jumlah tersebut telah dilakukan investigasi 20 kasus, diregister 6 kasus dan 2 kasus dihentikan karena tidak ditemukan adanya praktik tersebut.

Bawaslu sebagai Lembaga Pengawasan Pemilu terus melakukan langkah – langkah strategis yang bertujuan untuk mencegah praktek – praktek pelanggaran pemilu, salah satunya adalah politik uang. Selama ini, Bawaslu selalu mengutamakan upaya pencegahan dan langkah preventif dalam melakukan pengawasan pada setiap tahapan Pemilu.

Untuk itulah, Bawaslu Kabupaten Magelang menginisiasi berdirinya Keluarga Anti Money Politics (KeAMP), Kampung Anti Money Politics (KAMP), dan Desa Anti Politik Uang (Desa APU) menjelang Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.

Program hasil terobosan Bawaslu Kabupaten Magelang ini mendapat apresiasi Bawaslu Jawa Tengah dan kemudian diadobsi untuk seluruh Jawa Tengah. Saat ini, sudah ada sekitar 300 Desa APU dan Desa Pengawasan di seluruh Jawa Tengah.

Mewujudkan pemilu yang bersih dan bermartabat tidak cukup hanya dengan membuat KAMP dan Desa APU. Perlu ada penyadaran masyarakat akan bahaya politik uang bagi keberlangsungan demokrasi. Untuk itu, Bawaslu Kabupaten Magelang menerbitkan buku Melawan Money Politics untuk membangun kesadaran masyarakat.

Buku Melawan Money Politics ini diterbitkan salah satu tujuannya adalah untuk menumbukan budaya literasi masyarakat, khususnya terkait penyelenggaraan pemilu. Buku ini terdiri dari sekian tulisan karya komisioner dan staf Bawaslu Kabupaten Magelang.

Satu komisioner menulis minimal 2 tulisan dan setiap staf menulis 1 tulisan. Sesuai tema, seluruh tulisan buku ini membahas politik uang dari berbagai sisi, berdasarkan data-data dan fakta selama kontestasi Pemilu 2019.

Judul tulisan ini sekaligus merupakan program unggulan Bawaslu Kabupaten Magelang yakni Keluarga Anti Money Politics (KeAMP), Kampung Anti Money Politics (KAMP) dan Desa Anti Politik Uang (Desa APU).

Lewat buku Melawan Money Politics ini, Bawaslu Kabupaten Magelang berusaha membangun Gerakan Anti Money Politics di tengah masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *