Search

Apa Itu Finless Porpoise?

Kerabat muda banyak orang bingung membedakan dugong, pesut dan lumba-lumba. Namun, rupanya memang ada jenis mamalia air yang memiliki ciri dan tingkah laku seperti ketiganya. Makhluk itu adalah finless porpoise. Peneliti Mamalia Laut di Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI), Rr Sekar Mira CH SSi MApp Sc mengungkapkan bahwa finless porpoise ini memang memiliki keunikan karena berada di antara karakteristik lumba-lumba dan dugong. Jika Anda masih ingat, dalam artikel Kompas.com sebelumnya, Mira pernah bercerita bahwa pesut dan lumba-lumba termasuk ke dalam satu ordo yang sama yaitu Cetacea, subordo Odontoceti, dan famili Delphinidae.

Keduanya adalah mamalia air yang suka sekali berloncatan di permukaan air, memiliki satu lubang napas di atas kepala, memiliki sirip punggung dan juga makanannya ikan kecil. Sementara itu, dugong atau biasa juga disebut dengan duyung termasuk ke dalam ordo Sirenia dan famili Dugongidae. Tidak seperti pesut dan lumba-lumba, Dugong dugon justru malas atau tidak suka berloncatan di permukaan air. Dugong juga tidak memiliki sirip punggung, dan lubang napasnya ada dua di depan, serta makanannya adalah lamun.

Mira mengatakan bahwa dugong, pesut dan lumba-lumba sebetulnya mudah dibedakan oleh masyarakat awam. “Tapi yang unik itu, kami biasanya kalau di lapangan (penelitian) yang sering ditanyakan bedanya itu antara duyung, pesut sama porpoise itu,” kata Mira kepada Kompas.com, Selasa (21/7/2020).

Untuk diketahui, finless porpoise ini adalah jenis lumba-lumba yang tidak memiliki sirip. Dengan nama ilmiah Neophocaena phocaenoides, ia termasuk ke dalam ordo Cetacea, subordo Odontoceti dan famili Phocoenidae. Finless porpoise ini terbilang hewan yang unik karena memiliki kemiripan dengan dugong yang tak bersirip, tetapi termasuk ke dalam ordo Cetacea (lumba-lumba).

“Porpoise ini unik ya, meski referensi data tentang porpoise itu masih jarang banget. Tetapi, dia (finless porpoise) ini uniknya masuk kategori lumba-lumba tapi enggak punya sirip (punggung). Jadi kayak dugong,” jelasnya. “Juga kalau lumba-lumba dan pesut kan suka loncat. Nah, ini si porpoise malah gak suka loncat kayak dugong. Jadi memang mungkin masyarakat yang lihat juga bisa keliru juga, tapi jarang sekali penelitian tentang ini (porpoise) sampai sekarang,” imbuhnya. Finless porpoise ini masih dapat ditemukan di Kalimantan, Jawa, Maluku, Papua, Sumatera, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Timor. Lalu, menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN), finless porpoise berstatus vulnerable atau rentan punah.

Berikut deskripsi hewan air finless porpoise. – Finless (tidak memiliki sirip punggung), tetapi memiliki bubung punggung yang rendah dan sempit – Beakless (tidak bermoncong) – Bubung melon yang sempit terlihat bulat dan menggantung

Garis mulut membentuk garis naik tajam dari moncong ke arah dahi – Mata bulat kecil berwarna hitam – Warna abu-abu dengan warna pucat di daerah tenggorokan dan kelamin – Sirip dada lebar dengan ujung yang meruncing – Ekor agak luas dengan ujung tepi yang cekung – Panjang tubuh maksimum 2 meter – Tersebar di pesisir dan sungai Mira menyebutkan, hingga sekarang, penelitian terkait finless porpoise ini terkendala karena ketika beberapa kali ditemukan, porpoise sudah dalam keadaan terdampar di pantai.

Sumber:Kompas.com




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *